post — @ 2:35 am — post

Namaku Ibnu Abbas, lahir tahun 1979 pada bulan Oktober tanggal 26. Lahir dari pasangan Abdullah Abu & Siti Susiyah.Aku memiliki tiga bersaudara, dua pria dan satu wanita. Aku adalah yang tertua, Sejak kecil aku dibesarkan oleh kedua orang tuaku di kota Jakarta. Tepatnya di Jakarta Utara, aku sempat dibawa ke Nusa Tenggara Timur oleh kedua orang tuaku pada saat usiaku masih tiga tahun namun tidak lama kami kembali lagi di Jakarta. Rupanya kehidupan di sana tidak cocok dengan ibuku yang asli dari kota Kebumen, Jawa Tengah. Kami akhirnya memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Sempat juga kami tinggal di daerah Warakas, dan akhirnya setelah abah (Begitu aku biasa memanggil ayahku) mendapatkan pekerjaan yang lumayan bagus, barulah kami pindah ke Komp. Nyiur Melambai II. Yang mana aku tempati hingga saat ini. Meski banyak yang bilang kalo Priuk itu seram, bagi aku dan keluarga kota priuk adalah daerah yang nyaman untuk dijadikan tempat tinggal. MUngkin sama halnya yang aku khawtirkan tentang kota kolombia yang notabene di pilm-pilm barat selalu di gambarkan sebagai negara gudangnya gembong narkoba, bagi warga kolombia kotanya selalu menjadi kebanggaan dari warga kota kolombia. Begitu pun dengan aku, betapapun jeleknya opini orang terhadap Priuk aku akan selalu mencintai Tanjung Priok. Banyak suka duka yang sudah aku alami selama hampir 28 tahun tinggal di Priok.Saat aku mulai berjalan pertama kali dan saat aku menangis sejalan dengan kehidupan aku yang beranjak dewasa. Tertawa di saat aku mendapatkan Game Nintendo pertama saya yang dijadikan hadiah sunat oleh orang tua. Menangis di saat aku kehilangan Mama tersayang, koki hebat di rumah, dan pengajar terbaik yang belum aku dapatkan selama berkutat baik di sekolah, lembaga maupun perguruan tinggi.Yang terbaik untuk diriku dan keluargaku, yang terindah untuk istriku dari suami yang selalu berdoa agar kebersamaan yang kita jalani saat ini bisa bertahan hingga allah SWT memisahkan kita. Dan yang terkenang untuk semua sobat yang pernah berjalan bersama di saat aku gontai untuk melanjutkan hidup. Aku muncul dan aku akan belajar untuk lebih menghargai hidup dan kesempatan yang terus diberikan oleh sang penguasa kepada ku.

Sorry, no comments yet.

Write Your Comment

Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs will be generated automatically.

You should have a name, right? 
Your email address, I promised I won't tell it to anyone. 
If you have a web site or blog, you can type the URL right here. 
This is where you type your comments. 
Remember my information for the next time I visit.